Bagi para penggemar horor garis keras, waralaba Evil Dead selalu menjadi jaminan mutu untuk teror yang brutal, tanpa ampun, dan bermandikan darah. Melalui The Death of Evil Dead Rise, kengerian itu dibawa keluar dari kabin kayu terpencil di tengah hutan, dan dipindahkan ke lokasi yang jauh lebih dekat dengan kehidupan kita sehari-hari: sebuah kompleks apartemen kumuh di tengah kota. Film ini tidak membuang waktu untuk menebar ketakutan. Dengan tempo yang cepat dan intensitas yang mencekik, karya ini sukses mengantarkan mimpi buruk yang nyata sejak menit-menit awal hingga kredit akhir bergulir.
Alur Cerita: Ringkas, Padat, dan On Point
Cerita berjalan dengan sangat cepat tanpa drama yang bertele-tele. Kisah berpusat pada Beth, yang sedang menghadapi masalah pribadi dan memutuskan datang mengunjungi kakak perempuannya, Ellie. Ellie membesarkan ketiga anaknya—Danny, Bridget, dan Kassie—sendirian di sebuah apartemen tua di Los Angeles yang kondisinya memprihatinkan.
Bencana dimulai ketika sebuah gempa bumi misterius menghantam gedung tersebut, merobek lantai dasar dan mengungkap sebuah brankas tersembunyi di area parkir bawah tanah. Anak laki-laki Ellie, Danny, menemukan artefak kuno di dalamnya—kitab Necronomicon Ex-Mortis (Buku Kematian)—serta piringan hitam berisi rekaman mantra pemanggil iblis dari seorang pendeta masa lalu. Didorong rasa penasaran, mantra tersebut secara tidak sengaja terputar, mengundang entitas iblis purba yang haus darah ke gedung mereka.
Teror utama langsung pecah ketika iblis tersebut merasuki Ellie di dalam lift. Sosok ibu yang penuh kasih sayang kini berubah menjadi monster Deadite yang sadis, manipulatif, dan mematikan. Mulai dari titik ini, film berubah menjadi ajang bertahan hidup yang luar biasa brutal. Beth dan keponakan-keponakannya terjebak di apartemen lantai atas karena tangga runtuh dan lift tidak berfungsi. Mereka harus berhadapan dengan teror psikologis dan ancaman fisik mematikan dari makhluk yang menggunakan wajah ibu mereka sendiri.
Pertumpahan darah tidak bisa dihindari. Dengan menggunakan segala peralatan rumah tangga yang ada—mulai dari pecahan kaca, gunting, mesin parut keju yang ngilu, hingga gergaji mesin (chainsaw) yang sangat ikonik—Beth harus membuang rasa ibanya dan melawan sang kakak yang telah bermutasi menjadi monster mengerikan demi melindungi anak-anak yang tersisa. Klimaks film ini menyajikan pertempuran puncak di garasi parkir, di mana Beth harus berhadapan dengan entitas mutasi gabungan yang sangat menjijikkan dalam lautan darah.
Mengapa Anda Harus Menontonnya?
Kekuatan utama dari The Death of Evil Dead Rise adalah ketiadaan jeda untuk bernapas. Film ini sangat on point menyajikan elemen gore dengan efek praktikal yang mengagumkan. Ruang apartemen yang sempit dimaksimalkan untuk menciptakan rasa sesak (claustrophobic), membuat penonton ikut merasa terjebak bersama karakter utamanya. Ini bukan sekadar horor jump scare murahan, melainkan teror visual yang menempel di kepala.
Apakah Beth berhasil menghentikan kebangkitan iblis sepenuhnya, atau kutukan mematikan ini akan terus menyebar? Anda harus menyaksikan sendiri klimaks pertumpahan darah yang epik ini. Jangan sampai ketinggalan untuk merasakan sensasi horor paling maksimal! Segera siapkan camilan, matikan lampu ruangan Anda, dan saksikan ketegangan The Death of Evil Dead Rise dengan kualitas gambar terbaik dan tanpa gangguan hanya di SULTAN88.
