Dalam 72 jam yang penuh ketegangan menjelang Hari-H, saat nasib dunia bebas berada di ujung tanduk, Jenderal Dwight D. Eisenhower dan Kapten James Stagg dihadapkan pada pilihan yang mustahil melancarkan invasi laut terbesar dan paling berbahaya dalam sejarah, atau mengambil risiko kekalahan total dalam perang tersebut.






